Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

TBM Jabar Roadshow 'Gerebek Taman Baca'

Written By Unknown on Kamis, 18 Oktober 2012 | 18.27

INILAH.COM, Bandung - Guna mengakomodasi Taman Baca Masyarakat (TMB), Gubernur TBM Jabar Heni Rohaeni menggalakkan kegiatan 'Gerebek TBM'.

"Sambil melakukan pendataan TBM di Jabar saat ini kami tengah melakukan kegiatan Gerebek TBM. Roadshow yang kami lakukan ini saat ini setidaknya baru berjalan di 14 kabupaten/kota, yang nantinya akan berlanjut ke wilayah lainnya di Jabar," kata kata Heni saat ditemui INILAH.COM di kantornya TBM Melati Panghegar Ujung Berung Kota Bandung, Kamis (18/10/2012).

Berdasarkan hasil roadshow tersebut, lanjutnya, jumlah TBM wilayah masih belum merata di setiap daerah. "Jumlahnya rata-rata sekitar 20 sampai 40 TBM di setiap daerah, meski tergolong banyak tapi hal tersebut kebanyakan hanya fokus di satu titik dan tidak menyentuh desa-desa terpencil. Padahal idealnya setiap desa satu memiliki TBM," paparnya.

Heni berjanji bersama dengan pihak Dinas Pendidikan Jabar akan segera membenahi hal tersebut. Karena dengan dilakukan pendataan serta penataan dengan baik, melalui tangan pemerintah pendistribusian buku dan pengembangan TBM akan berjalan maksimal.

"Setidaknya dalam setiap tahunnya, pemerintah pusat terdapat program dana rintisan taman bacaan masyarakat yang diberikan sekitar Rp25-30 juta, ditambah dana kelembagaan sekitar Rp7 juta," ucapnya.

Dia mengemukakan setiap TBM berhak menerima dana tersebut, namun melalui pengajuan proposal. "Dan bagi penerima dana tersebut, haruslah melakukan pertanggungjawaban kepada publik," ujar dia.

Namun, pada realisasinya banyak TBM yang menolak melakukan hal tersebut. Mereka lebih memilih berjalan secara mandiri tanpa bantuan pemerintah.

Dia menambahkan hal tersebut bukanlah menjadi masalah, karena pada dasarnya semuanya memiliki tujuan yang positif dalam mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas, terlebih melalui menumbuhkan gemar membaca terhadap masyarakat.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Bahasa Inggris Cukup Hanya Sebagai Stimulus di SD

INILAH.COM, Bandung - Presiden Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Indonesia Gol A Gong berpandangan pelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD) lebih baik hanya sebagai stimulus dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Biarkan anak-anak itu bermain sambil belajar, jangan diberikan pelajaran yang berat-berat. Karena usia 6-12 itu adalah dunia mereka," kata Gol, saat dihubungi INILAH.COM Bandung, Kamis (18/10/2012).

Dia menyarankan mata pelajaran bahasa Inggris boleh diterapkan, asalkan tidak ada penekanan atau tuntutan kepada siswa. "Karena kalau dijadikan kurikulum, harus dipikirkan terlebih dahulu," ujarnya.

Selain itu jika memang Bahasa Inggris dijadikan kurikulum SD, diharapkan jangan sampai dijadikan penentu kelulusan. Karena jika itu digunakan sebagai penentu kelulusan, artinya itu sama halnya menekan siswa/anak.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Moh Najib menolak jika mata pelajaran Bahasa Inggris untuk jenjang SD dihapus. "Jangan sampai dihapus pelajaran tersebut, karena itu penting untuk masa depan anak," ucapnya.

Di sisi lain, mereka (siswa SD) sudah cukup mampu otaknya dalam mencerna pelajaran tersebut. Jangan sampai jika hal tersebut terealisasi, menjadi penyesalan bagi para orang tua atapun siswa terlebih buat kemajuan bangsa ini. "Saya harap pemerintah memikirkan lebih matang lagi akan rencana penghapusan pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum SD," tegasnya.

Pernyataan tersebut terlontar setelah beredarnya informasi akan perampingan kurikulum di SD serta ada rencana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris pada pada kurikulum SD tahun ajaran 2013/2014.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Puluhan Guru IPA Ikuti Sosialisasi Sesar Lembang

INILAH.COM, Bandung - Seamo Qitep in Science menggelar acara dengan topik 'Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sesar Lembang' yang dihadiri puluhan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kegiatan yang diadakan di Aula Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Pengetahuan Alam (PPPG IPA) Jalan Diponegoro Kota Bandung itu, tidak hanya dihadiri guru-guru IPA di Indonesia. Melainkan, terdapat pula guru dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Laos, Kamboja, Thailand, dan Brunei Darussalam.

"Sesar Lembang adalah salah satu sesar aktif di Jawa Barat dan berpotensi menimbulkan gempa besar di Kota Bandung. Maka dari itu, sosialisasi ini penting dilakukan kepada guru," kata Pakar gempa dari Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) ITB Irwan Meilano saat ditemui wartawan di sela-sela acara, Kamis (18/10/2012).

Irwan mengatakan perubahan besar dapat dimulai di sekolah dan melalui guru hal tersebut bisa ditularkan ke siswa. Seperti halnya penanganan apa yang terjadi di Kota Bandung jika terjadi gempa.

Lebih lanjut dia menuturkan fokus pembahasan dalam acara ini, yakni potensi gempa di Kota Bandung karena adanya Sesar Lembang, serta mitos-mitos yang meliputi gempa di Bandung. "Mitos yang berkembang, bahwa Kota Bandung tidak akan mengalami gempa besar. Kalaupun ada gempa, hanya pengaruh letusan Gunung Api Tangkubanparahu, KBB-Subang," ungkapnya.

Sesar Lembang juga diwarnai mitos sebagai bukan sesar aktifa. Selain itu sesar ini juga disebut-sebut terbentuk dari gunung api purba, yakni Gunung Sunda. "Itu mitos yg berkembang. Tapi karena mitos, itu jadi salah," ucapnya.

Berdasarkan hasil penelitian, Sesar Lembang disebutkan terbentuk karena Gunung Sunda yang gempanya membentuk sesar dan Gunung Tangkubanparahu. Tapi di sisi lain, penelitian juga menyebutkan bahwa sesar Lembang itu aktif.

Sementara itu, Sesar yang panjangnya hingga 25 kilometer ini tercatat bergerak hingga 6 milimeter per tahun. "Sesar dapat disebut aktif apabila pernah bergerak dalam 10 ribu terakhir, tidak disebut berapa kecepatannya, asal bergerak dalam 10 ribu tahun terakhir," jelasnya.

Dia mengaku sejak 2006 PPMB ITB sudah memasang alat seismik dan GPS untuk mengukur aktivitas sesar yang puncaknya di daerah Observatorium Boscha itu.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Gempa Lembang, Inilah yang Akan Dialami Bandung

INILAH.COM, Bandung - Berdasarkan hasil penelitian dalam bentuk skenario gempa dengan 6,5 magnitude, Kota Bandung diperkirakan akan menelan kerugian hingga Rp4 triliun jika terjadi gempa akibat bergeraknya Sesar Lembang.

Hal tersebut diungkapkan Pakar gempa Irwan Meilano dari Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) ITB di sela-sela kegiatan 'Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Sesar Lembang' yang diadakan oleh SEAMEO QITEP IN SCIENCE di Aula Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilmu Pengetahuan Alam (PPPG IPA) Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Irwan mengatakan kerugian Rp4 Triliun tersebut dihitung dari jumlah bangunan yang roboh atau rusak saja. "Jika gempanya 6,5 magnitude," ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan sekenario gempa maksimum 6,5 magnitude merupakan hasil periodisasi dari siklus gempa 400 tahunan. Penelitian ini digarap oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ITB.

Jumlah angka kerugian tersebut merupakan hasil klasifikasi berdasarkan kualitas bangunan di Bandung Raya dengan sebaran di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Madya Bandung, Cimahi, dan sebagian kecil Subang.

Kerusakan terbesar selain karena kualitas bangunan yang tidak tahan gempa, juga karena sebagian besar tanah di Bandung memiliki sedimen halus, sehingga rentan ketika terjadi gempa bumi. Sedangkan daerah yang terdampak paling kecil akibat gempa bumi adalah daerah yang jauh dengan sumber gempa.

Kerugian tersebut akibat pengaruh Sesar Lembang, yakni patahan gempa bumi aktif yang panjangnya antara 20 hingga 25 kilometer. Puncak sesar ini di daerah Observatorium Boscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Di si lain pihaknya memprediksi Sesar Lembang memberikan kontribusi terbesar terhadap gempa di Bandung. Saat ini, Sesar Lembang terus dipantau para ahli gempa yang sejak 2006 memasang pengukur seismik dan GPS.

Namun dirinya memastikan bahwa Sesar Lembang masih aktif, dan sesar sendiri setiap tahunnya bergerak enam milimeter.[ito]


18.27 | 0 komentar | Read More

European Day, Tanamkan Impian Sekolah di Eropa

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 18.27

INILAH.COM, Bandung - SD Darul Hikam Primary International School berupaya menanamkan impian sekolah di luar negeri sejak dini.

Hal tersebut dikatakan penanggung jawab European Day Yuni Sartika Dewi saat ditemui disela-sela kegiatan di Jalan Ir H Djuanda Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).

"Pada dasarnya yang kita tanamkan pada siswa ini adalah cita-cita setinggi langit, tapi fokus utamanya mendorong mereka untuk kuliah ke luar negeri dengan mempersiapkan bekal sejak dini," ujarnya.

Kebanyakan yang terjadi pada setiap orang sekarang ini, lanjutnya, keinginan untuk sekolah ke luar negeri itu muncul ketika mereka sudah masuk usia dewasa. "Dan disaat usia tersebutlah banyak kendala yang menghalanginya, terlebih kemampuan penguasaan bahasa asing," ucapnya.

Menurutnya, untuk menanamkan minat sekolah di luar negeri sejak dini, maka digelarlah acara European Day. "Kami berharap dengan adanya ini dapat memotivasi para siswa agar mempunyai cita-cita setinggi langit," ungkapnya.

Tidak hanya itu, dirinya mengaku dalam mendorong para siswa hampir setiap harinya selalu diterapkan bahasa Inggris saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Kecuali hari Rabu, di sekolah kami menggunakan bahasa Sunda, sesuai Perda Wali Kota tentang penggunaan bahasa Sunda. Sedangkan hari lainnya, kita menggungankan Bahasa Inggris," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan INILAH.COM, dalam gelaran European Day turut ditampilkan pula foto-foto dan baju-baju ala negara-negara di benua Eropa yang dipasang di stan yang bertempat di halaman sekolah. Adapun stan yang turut ditampilkan, anatara lain, Italia, Spanyol, Belanda, dan Inggris.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

SD Darul Hikam Terapkan Sundanese Day Tiap 2 Pekan

INILAH.COM, Bandung - Kepala Sekolah SD Darul Hikam Primary International Pupu Farida mengaku meski sekolahnya berkelas internasional, tapi tetap tidak melupakan kebudayaan Sunda.

"Di sekolah kami, tiap dua minggu sekali mengadakan kelas khusus yang dinamakan Sundanese Day di luar jam kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal tersebut diperuntukkan buat memupuk kecintaan siswa terhadap budaya tempat dimana mereka berdiri," kata Pupu saat ditemui di sela-sela kegiatan European Day di Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).

Pupu mengatakan dalam pengaplikasian Sundanese Day, tiap 2 pekan sekali selalu disajikan dengan tema berbeda dengan melalui sitem diskusi. "Jadi, sebenarnya penerepan bahasa Sunda di sini tidak hanya hari Rabu saja. Melainkan ditambah dengan progam Sundanese Day" katanya.

Dia megnatakan Sundanese Day bukanlah masuk dalam ekstra kurikuler, tapi merupakan progam yang diterapkan di SD Darul Hikam Primary International.

"Dengan berjalannya progam ini, kami ingin menunjukkan bahwa di sekolah kami tidak hanya mengedepankan kelas internasional. Namun tetap menjujung tradisi dan budaya daerah," ungkapnya.

Dia berharap melalui Sundanese Day para siswa yang telah lulus di SD Darul Hikam Primary International dapat terus melestaraikan dan mencintai budaya daerahnya sendiri.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Penyuluhan Kamtibmas ke Pelajar Harus Diadopsi

INILAH.COM, Sukabumi - Penyuluhan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pelajar se-wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi mendapatkan tanggapan positif dari anggota anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Anjak Priatama Sukma.

Kegiatan penyuluhan yang digelar di Alun-alun Kota Kecamatan Cisaat itu dihadiri ratusan pelajar perwakilan dari sebanyak 37 tingkat SMP dan SMA se Kecamatan Cisaat. Dalam kegiatan yang diinisiasi Polsek Cisaat juga ditampilkan berbagai atraksi kesenian dari para pelajar.

"Kegiatan seperti ini harus diadopsi oleh kecamatan lainnya. Karena punya nilai yang sangat positif bagi perkembangan para pelajar kita di Kabupaten Sukabumi," kata Anjak, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi kepada INILAH.COM usai menghadiri penyuluhan kamtibmas kepada para pelajar, Rabu (17/10/2012).

Menurut Anjak, untuk mengantisipasi tindakan kekerasan hingga terjadi tawuran pelajar semua pihak memang harus ikut terlibat dalam mencegahnya. Karena persoalan tawuran pelajar bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian namun seluruh elemen masyarakat.

"Pencegahan tawuran pelajar ini harus dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh pihak. Termasuk polisi, orang tua siswa, guru atau lembaga pendidikannya serta masyarakat," ujar wakl rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kapolsek Cisaat Kompol Sukamto mengatakan sebenarnya aksi tawuran pelajar di wilayah hukumnya tidak terlalu menonjol. Namun dia tidak membantah bila di daerahnya memang pernah beberapa kali terjadi yang dilakukan para pelajar di luar Cisaat.

"Kawasan Cisaat ini hanya dijadikan sebagai ajang tawuran pelajar dari daerah lain. Karena memang kawasan Cisaat ini sebagai lintasan mereka pulang dan pergi ke sekolahan. Kami hanya terkena imbasnya saja," kata Sukamto.

Diberitakan sebelumnya, ratusan pelajar di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi mengikuti Penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan Pemusnahan Minuman Keras (Miras) di Alun-alun Kota Cisaat, Rabu (17/10/2012).

Penyuluhan kamtibmas kepada para pelajar se Kecamatan Cisaat ini dihadiri Camat Cisaat Aef Syaefullah, Danramil Cisaat Kapten Suryaman, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Anjak Priatama Sukma dan perwakilan Dinas Pendidikan serta dari MUI Cisaat.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Wakepsek MTsN Pangandaran: Pungutan Ditarik Komite

INILAH.COM, Ciamis - Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Pangandaran Hanip Hidayat mengakui adanya pungutan uang bangunan. Namun pihaknya membantah jika pihak sekolah yang melakukan pungutan tersebut.

"Yang narik itu bukan pihak sekolah, di sekolah kan ada mitra kerja yaitu Komite. Sementara sekolah itu punya kebutuhan banyak, salah satunya bangunan yang ini (ruangan Wakil Kepala sekolah) bangunan ruang Kepala Sekolah," kata Hanip Hidayat kepada INILAH.COM, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/10/2012).

Hanip menyebutkan untuk melengkapi beberapa fasilitas di dalam ruangan supaya lebih efektif, pasalnya siswa pada pukul 07.15 WIB sampai dengan jam 07.30 WIB mengaji namun harus bolak balik untuk mengambil Alquran ke ruangan tersebut.

"Semua itu menurut pengamatan kita dan kurikulum itu kurang efektif, sehingga kita bikin wadah (tempat) di setiap kelas itu satu untuk menyimpan Alquran, adminstrasi supaya tidak banyak waktu terbuang. Kegiatan itu, kebutuhan itu kita ajukan ke Komite sehingga dari komite. Itu kebutuhan sekolah ril. Kita ajukan ke komite, setelah itu dari Komite akhirnya bermusyawarah dengan orang tua. Nah salah satunya bangunan bawah dan atas ini," tuturnya.

Semua uang hasil pungutan yang dilakukan pihak Komite kepada orang tua siswa yang melalui musyawarah itu digunakan untuk bangunan serta fasilitas lainnya, Hanip membenarkan pungutan uang LKS yang sebesar Rp120 ribu. Namun semuanya tidak ada paksaan terhadap siswa.

"Artinya yang siap saja, sok saja ada berapa langsung didata ternyata ada kesiapan dari siswa, soalnya bingung kan kalau misalnya ini sementara fasilitas sekolah harus lengkap, terus dari mana keuangan sekolah. Maka dari itu dikembalikan lagi ke para siswa," tegasnya.

"Jumlah uang bangunan yang ditarik oleh Komite dari kelas 1 sampai kelas 3 hanya sebesar Rp100 ribu, Untuk Kelas 1 membayar Rp 600 ribu terdiri dari mulai baju, atribut sekolah, uang bangunan Rp100 ribu, karena pendaftaran mah untuk Kelas 1 gratis. Untuk Kelas II siswa ditarik sebesar Rp125 ribu dan untuk Kelas III siswa ditarik sebesar Rp400 ribu, yang terdiri dari uang bangunan Rp 100 ribu dan Rp 300 ribu untuk bekal akhir tahun," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebagian orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Pangandaran mengeluhkan terkait pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah.

Salah seorang orang tua siswa kelas VIII yang minta namanya dirahasiakan mengatakan keberatan dengan adanya pungutan liar (pungli) uang bangunan yang dianggap memberatkan. "Saya keberatan dengan adanya pungli di MTs Negeri Pangandaran. Pasalnya, anak saya di kelas VIII harus membayar uang bangunan sebesar Rp150 ribu dan uang buku LKS sebesar Rp120 ribu," ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (15/10/2012).[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

Pemkot Beri Rp500 Juta buat Bus Pertunjukan SMK 10

Written By Unknown on Senin, 15 Oktober 2012 | 18.27

INILAH.COM, Bandung - Sekda Kota Bandung Edi Siswadi mengatakan Pemkot memberikan dana Rp500 juta dalam perwujudan Bus Pertunjukan SMKN 10 Bandung.

"Untuk melengkapi fasilitas bus, seperti halnya sound system, Pemkot Bandung memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta. Itu semua kami berikan dalam rangka pengembangan bus," kata Edi saat ditemui usai membuka acara launching 'Bus Pertunjukan SMKN 10 Bandung' di Balai Kota Bandung, Senin (15/10/2012).

Edi berharap dengan adanya bus tersebut dapat menjaring kreativitas siswa dalam menunjukkan bakat seni dan budanyanya. Selain itu, dengan fasilitas yang dimiliki SMKN 10, diharapkan pula ke depannya lebih maju lagi.

"Hadirnya bus ini pastilah akan mendongkrak seni dan budaya Sunda di Jawa Barat. Maka dari itu Pemkot Bandung dsangat mengapresiasi serta mendukung keberadaan bus tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA dan SMK Dinas Pendidikan Kota Bandung Dedi Darmawan mengucap rasa syukurnya atas hadirnya bus tersebut. Karena menurutnya, bus pertunjukan seperti yang dimiliki oleh SMKN 10 tersebut hanya ada di empat kota.

"SMKN 10 yang digadang-gadang sebagai sekolah yang memiliki julukan labolatorium seni haruslah mampu menunjukkan eksistensinya sesuai keahliannya, terlebih sekarang sudah memiliki kendaraan ini," ujarnya.

Salah seorang siswa SMKN 10 Bandung Rahmat (15) megungkapkan rasa bangganya terhadap sekolah yang mendidiknya dengan memiliki fasilitas Bus Pertunjukan tersebut.

"Jelas, saya sangat senang. Dengan adanya bus ini, kami (para siswa) dapat lebih eksis dalam menunjukkan keahlian kami di hadapan masyarakat. Terlebih, tanpa harus membuat panggung atau menyewa gedung untuk melakukan pertunjukan," paparnya.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More

DPRD Sayangkan Tak Ada Pengkajian Awal LKS

INILAH.COM, Cianjur - Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Gatot Subroto menyayangkan tidak adanya upaya penelahaan, pengkajian, maupun upaya penyortiran materi-materi dalam LKS Bidang Studi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.

Padahal, lanjutnya, jika saja upaya itu dilakukan, peredaran LKS berbau pornografi itu tak perlu terjadi.

"Ini satu di antara bukti lemahnya pengawasan. Mungkin saja niatnya baik materi dalam LKS itu sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi bahaya seks dini. Tapi harus dilihat siapa penerima materinya. Jika diberikan buat anak SD, ini jelas keliru lantaran kami khawatir secara langsung maupun tidak akan mengajarkan siswa melakukannya," terang Gatot, Senin (15/10/2012).

Diberitakan sebelumnya, siswa kelas V SD Negeri Sodong di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur dihebohkan beredarnya lembar kerja siswa (LKS) Bidang Studi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan berbau pornografi.

Sontak, penemuan itu segera dilaporkan guru bersangkutan ke kepala sekolah. Berdasarkan informasi, terkuaknya LKS berisi kalimat-kalimat pertanyaan bertendensius unsur pornografi itu kali pertama ditemukan guru. Pendidikan Jasmani (Penjas) saat akan memberikan materi ke siswanya. Dia kaget saat dalam LKS itu ada pertanyaan yang tak sepantasnya dilontarkan ke siswa SD.

"Saat itu, saya membuka bab 5 pada LKS. Tapi setelah dibaca, kok materinya menjurus ke arah seksualitas. Saya kaget karena materi seperti ini tidak pantas diberikan kepada siswa SD," kata Yudi Suherman, guru Penjas SDN Sodong kepada wartawan, Minggu (14/10/2012).

Pada Bab 5 dalam LKS itu, kata Yudi, hampir semua materi yang ada tidak pantas dikonsumsi siswa SD. Bahkan dalam latihan soal, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menggunakan bahasa vulgar.[jul]


18.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger